Download Gratis Buku Islam lay out :

blog ini berisi materi-materi dakwah islam yang wajib dimiliki para mahasiswa, dai, penceramah, pelajar dan kalangan umum yang ingin dan sedang mempelajari islam, dan semua isinya bisa di download secara gratis

Minggu, 11 Februari 2018

Hal Apa Sajakah Yang Membatalkan ke Islaman Anda? Segera Download

Februari 11, 2018 0
Hal Apa Sajakah Yang Membatalkan ke Islaman Anda? Segera Download
setidaknya ada 10 hal yang bisa membatalkan syahadat yang bisa saja tanpa kita sadari.

Syirik dalam beribadah kepada ALlah SWT

Syirik adalah termasuk dosa besar. Karena dia menyamakan ALlah (sebagai khalik) dengan manusia atau benda (sebagai makhluk). ALlah berfirman, “Sesungguhnya ALlah tidak mengampuni dosa orang yang menyekutukan Dia dengan sesuatu, dan mengampuni dosa-dosa lainnya bagi yang Dia kehendaki.” (An-Nisa’: 116)

Menjadikan suatu benda (makluk) sebagai perantara antara dirinya dengan Robbnya

Orang-orang seperti ini, biasanya selalu menempatkan benda-benda atau makhluk ciptaan ALlah sebagai perantara antara dirinya dengan ALlah. Misalnya dengan berdo’a atau memohon ampun dan meminta syafaat melalui benda itu. Baik melalui benda mati atau benda hidup. Termasuk manusia atau hewan sekalipun. Meminta kaya dengan keris atau jimat. Meminta diberi panjang umur, cepat mendapat jodoh melalui makam-makan orang yang sudah mati.

Di beberapa kota di Indonesia, bahkan dikenal adat berebut kotoran hewan atau berebut air bekas cucian keris warisan raja-raja agar mendapatkan barakah. Perbuatan seperti ini sama halnya menundukkan benda setara dengan Robbnya. Sikap seperti ini merupakan salah satu pembatal keislaman.

Selengkapnya Download KLIK Dibawah Ini :
Hal Apa Sajakah Yang Membatalkan ke Islaman Anda? Segera Download

Inilah Buku Bagus “JANGAN DEKATI ZINA”

Februari 11, 2018 0
Inilah Buku Bagus “JANGAN DEKATI ZINA”
Di dalam kitabnya “Al Jawabul Kaafi Liman Sa’ala ‘an Ad Dawaa’ Asy Syafi ”, Imam Ibnu Qoyyim Al Jauziyah mengungkapkan tentang :

Bahaya Zina

Melihat bahwa bahaya yang ditimbulkan oleh zina merupakan bahaya yang tergolong besar, disamping juga bertentangan dengan aturan universal yang diberlakukan untuk menjaga kejelasan nasab ( keturunan ), menjaga kesucian dan kehormatan diri, juga mewaspadai hal hal yang menimbulkan permusuhan serta perasaan benci diantara manusia, disebabkan pengrusakan terhadap kehormatan istri, putri, saudara perempuan dan ibu mereka, yang ini semua jelas akan merusak tatanan kehidupan.

Melihat hal itu semua, pantaslah bahaya zina itu – bobotnya – setingkat dibawah pembunuhan. Oleh karena itu, Allah I menggandeng keduanya di dalam Al Qur’an, juga Rasulullah r dalam keterangan hadits beliau.

Al Imam Ahmad berkata : “Aku tidak mengetahui sebuah dosa – setelah dosa membunuh jiwa – yang lebih besar dari dosa zina.”

Dan Allah menegaskan pengharamannya dalam firmanNya :

“Dan orang orang yang tidak menyembah Tuhan lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya ) kecuali dengan ( alasan ) yang benar, dan tidak berzina. Barang siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat ( pembalasan ) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan adzab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam  kaedaan  terhina  kecuali orang orang yang bertaubat ” ( QS. Al Furqon, 68 –70 ).

Dalam ayat tersebut, Allah I menggandengkan zina dengan syirik dan membunuh jiwa, dan vonis hukumannya adalah kekal dalam azab yang berat yang dilipat gandakan, selama pelakunya tidak menetralisir hal tersebut dengan cara bertaubat, beriman dan beramal shaleh.
          Allah I berfirman :

“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji ( fahisyah ) dan suatu jalan yang buruk.” ( QS. Al Isra’, 32 ).

Di sini Allah I menjelaskan tentang kejinya zina, karena kata “fahisyah” maknanya adalah perbuatan keji atau kotor yang sudah mencapai tingkat yang tinggi dan diakui kekejiannya oleh setiap orang yang berakal, bahkan oleh sebagian banyak binatang.
sebagaimana disebutkan oleh Imam Bukhori dalam kitab shohehnya, dari Ami bin Maimun Al Audi, ia berkata : “Aku pernah melihat – pada masa jahiliyah – seekor kera jantan yang berzina dengan seekor kera betina, lalu datanglah kawanan kera mengerumuni mereka berdua dan melempari keduanya sampai mati.”

Kemudian Allah I juga memberitahukan bahwa zina adalah seburuk buruk jalan, karena merupakan jalan kebinasaan, kehancuran dan kehinaan di dunia, siksaan dan azab di akhirat.
Dan karena menikahi mantan istri istri ayah itu termasuk perbuatan yang sangat jelak sekali, sehingga Allah I secara husus memberikan “cela” tambahan bagi orang yang melakukannya.
Allah I berfirman ( setelah secara tegas melarang kaum muslimin untuk menikahi istri istri ayah mereka, pent.) :

“Sesungguhnya perbuatan itu amat keji dan dibenci Allah dan seburuk buruk jalan ( yang ditempuh ).” ( QS. An Nisa’, 22 ).

Allah I juga menggantungkan keberuntungan seorang hamba pada kemampuannya dalam menjaga kehormatannya, tidak ada jalan menuju keberuntungan tanpa menjaga kehormatan.

Allah I berfirman :
“Sesungguhnya beruntunglah orang orang yang beriman,       ( yaitu ) orang orang yang khusyu’ dalam shalatnya, dan orang orang yang menjauhkan diri dari ( perbuatan dan perkataan ) yang tiada berguna, dan orang orang yang menunaikan zakat, dan orang orang yang menjaga kemaluannya kecuali terhadap istri istri mereka, atau budak budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barang siapa yang mencari yang dibalik itu, maka mereka itulah orang orang yang melampaui batas.” ( QS. Al Mu’minun, 1 – 7 ).

Dalam ayat ayat ini ada tiga hal yang diungkapkan :
Pertama : bahwa orang yang tidak menjaga kemaluannya, tidak termasuk orang yang beruntung.
Kedua : dia termasuk orang yang tercela.
Ketiga : dia termasuk orang yang melampaui batas.

Jadi, dia tidak akan mendapat keberuntungan, serta berhak mendapat predikat “melampaui batas”, dan jatuh pada tindakan yang membuatnya tercela. Padahal beratnya beban dalam menahan syahwat itu, lebih ringan ketimbang menanggung sebagian akibat yang disebutkan tadi.
Selain itu pula, Allah I telah menyindir manusia yang selalu berkeluh kesah, tidak sabar dan tidak mampu mengendalikan diri saat mendapatkan kebahagiaan, demikian pula kesusahan. Bila mendapat kebahagiaan dia menjadi kikir, tak mau memberi, dan bila mendapat kesusahan, dia banyak mengeluh. Begitulah sifat umum manusia, kecuali orang orang yang memang dikecualikan dari hamba hambaNya, yang diantaranya adalah mereka yang disebut di dalam firmanNya :

“Dan orang orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap istri istri mereka atau budak budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barang siapa yang mencari dibalik itu maka mereka itulah orang orang yang melampaui batas.” ( QS. Al Ma’arij, 29 – 31 ).

Oleh karenanya, Allah I memerintahkan Rasulullah r untuk memerintahkan orang orang mu’min agar menjaga pandangan dan kemaluan mereka, juga diberitahukan kepada mereka bahwa Allah I selalu menyaksikan amal perbuatan mereka.

“Dia mengetahui ( pandangan ) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.” ( QS. Ghafir, 19 ).

Dan karena ujung pangkal perbuatan zina yang keji ini dari pandangan mata, maka Allah I lebih mendahulukan perintah untuk memalingkan pandangan mata sebelum perintah untuk menjaga kemaluan, karena banyak musibah besar yang asal muasalnya adalah dari pandangan ; seperti kobaran api yang besar asalnya adalah percikan api yang kecil. Mulanya hanya pandangan, kemudian hayalan, kemudian langkah nyata, kemudian terjadilah musibah yang merupakan kejahatan besar ( zina ).

Oleh karena itu, ada yang mengatakan bahwa barang siapa yang bisa menjaga empat hal, maka berarti dia telah menyelamatkan agamanya: Al Lahazhat ( pandangan pertama ), Al Khatharat ( pikiran yang terlintas di benak ), Al Lafazhat ( ungkapan yang diucapkan ), Al Khuthuwat ( langkah nyata untuk sebuah perbuatan ).

Dan seyogyanya, seorang hamba Allah itu bersedia untuk menjaga dirinya dari empat hal di atas dengan ketat, sebab dari situlah musuh akan datang menyerangnya, merasuk kedalam dirinya dan merusak segalanya.

SILAHKAN DOWNLOAD BUKUNYA SECARA GRATIS :

Inilah Buku Bagus “JANGAN DEKATI ZINA”




Yuk Download Gratis Buku "Beberapa Nasehat Untuk Keluarga Muslim"

Februari 11, 2018 0
Yuk Download Gratis Buku "Beberapa Nasehat Untuk Keluarga Muslim"
Buku yang sangat dibutuhkan untuk membangun keluarga Islami sehingga menjadi Sakinah Mawadah wa Rohmah ini ditulis oleh Syech Yusuf Bin Abdullah At-Turky.

Segala puji bagi Allah. Semoga shalawat dan salam dilimpahkan kepada Rasulullah, para keluarga dan para sahabat beliau, serta  kepada orang-orang yang mengikuti jalan dan petunjuk beliau sampai hari pembalasan.

Selanjutnya; Islam telah memberikan perhatian yang besar terhadap wanita muslimah dan memuliakannya, baik ia sebagai anak, saudara, isteri, maupun ibu. Islam juga telah memperhatikan hak-haknya serta menjelaskan kewajiban-kewajibannya. Maka segala puji bagi Allah atas pemberian nikmat Islam. Dalam hadits shahih dari Rasulullah e beliau bersabda :
“Pergauilah para wanita dengan baik.” (muttafaq alaih).

“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya, dan orang yang paling baik diantara kalian adalah yang paling baik terhadap isteri-isterinya (wanita-wanita mereka).” (riwayat Tirmizi, dan katanya: hadis hasan shahih).

Untuk itu, saya merasa senang sekali untuk menyampaikan beberapa nasehat ini untuk keluarga muslim, terutama  para wanita. Semoga Allah mendatangkan manfaat dengannya. Sesungguhnya Robbku Maha Dekat, Maha Mengabulkan dan Mendengar do’a hambaNya.

Aku memohon kepada Allah agar memberi petunjuk kepada kita semua jalan yang lurus, menjauhkan yang batil dari kita, menunjukkan yang haq dalam segala urusan kita, mematikan kita dalam keadaan berpegang teguh pada agama Islam, mengumpulkan kita bersama orang-orang yang shaleh. Sesungguhnya Robbku Maha Mendengar akan do’a hambaNya.

Saudara-saudaraku seiman, Allah s.w.t. telah berfirman:“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka(adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain, mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, taat kepada Allah dan RasulNya. Mereka akan mendapatkan rahmat (kasih saying) Allah. Sesunggunya Allah Maha Perkasa dan Maha Bijaksana.” (At- Taubah: 9:71).

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah bersaudara.”(Al-Hujurat:10).

Dari Abu Ruqayah Tamim bin Aus Addari r.a. Bahwa Nabi saw bersabda : “agama itu adalah nasehat. Kami bertanya : “untuk siapa?’ beliau menjawab: “Untuk Allah, kitabNya, RasulNya, para imam orang-orang Islam dan untuk orang-orang awam mereka.” (riwayat Muslim).

Dari Jabir bin Abdillah e. berkata : “Saya telah berbaiat kepada Nabi e untuk mendirikan shalat, menunaikan zakat dan memberi nasehat kepada setiap muslim.” (muttafaq alaih).

Aku mohon kepada Allah, agar menunjukkan kita pada jalan yang lurus, menjauhkan kita dari yang batil, menunjukkan kita yang haq dalam seluruh urusan kita, mamatikan kita dalam keadaan muslim, dan menggabungkan kita bersama orang-orang yang shaleh. Sesunguhnya Robbku Maha dekat, Maha Mengabulkan dan mendengar do’a.

 SELENGKAPNYA SILAHKAN DOWNLOAD SECARA GRATIS :

 Beberapa Nasehat Untuk Keluarga Muslim





Buku Bagus, Mendidik Anak Secara Islam

Februari 11, 2018 0
Buku Bagus, Mendidik Anak Secara Islam
Remaja adalah aset masyarakat dan bangsa. Tetapi, bila tidak di bimbing dan diarahkan remaja justru akan menjadi kekuatan perusak yang sangat membahayakan; merusak dirinya sendiri, orang lain serta lingkungan sekitarnya.

Seorang ahli hikmah berkata : “Sesungguhnya remaja, kekosongan dan kekayaan berpotensi merusak dengan berbagai bentuk kerusakan.” Terbukiti; tawuran antar pelajar, bahkan belakangan antar mahasiswa, bentrok antar gang hingga pembakaran dan penjarahan, minum-minuman keras, pil penenang dan sebagainya kebanyakan pelakunya adalah kaum remaja. Sisi inilah yang sesungguhnya harus menjadi perhatian serius setiap orang tua.

Seorang remaja yang tidak dibimbing dan diarahkan adalah laksana musafir di tengah gurun sahara yang kehabisan bekal, kehausan, kelaparan dan tak tahu arah jalan. Betapa tidak, ketika masa kanak-kanak, ia sama sekali tidak tahu makna hidup kecuali sekedar untuk bermain dan berteman. Ia juga tidak begitu mempedulikan kondisi fisiknya, yang penting baginya adalah senang. Tetapi begitu ia menginjak usia baligh, semuanya berubah. Ia yang dahulunya tak mengenal tanggung jawab, kini harus bertanggung jawab atas segalanya, atas dirinya sendiri dan segenap amal perbuatan yang dilakukannya. Ia dahulunya tak dikenakan sangsi dosa, kini harus menanggung dosa dan hukuman bila melakukan perbuatan mungkar atau kesalahan. Belum lagi ia harus mengenali lebih jauh perkembangan jiwanya, keinginan-keinginan dan harapan-harapannya, yang  jika ia tidak berhati-hati akan terperangkap pada jerat hawa nafsu serta keinginan rendah duniawi. Lalu, ia harus pula memahami perubahan fisiknya, kemudian hukum-hukum yang berkaitan dengannya, baik sebagai remaja putera maupun puteri.

Hal-hal di atas itulah diantara problem besar remaja. Ironisnya, problem besar remaja itu malah ditambah dan didukung oleh banyaknya buku-buku, majalah dan tabloid yang menghambur keinginan-keinginan tak mendidik kepada remaja, menawarkan pola hidup konsumtif dan hedonis, penuh hura-hura dan foya-foya. Sedang para penerbit buku dan pengelola berbagai majalah dan tabloid itu, tidak ada yang dipikirkan kecuali keuntungan material dan memanjakan remaja dengan hawa nafsu. Akhirnya terbentuklah suatu image yang umum di kalangan remaja, masa remaja adalah masa untuk bersenang-senang, bercinta dan berpacaran. Padahal seorang remaja, sejalan dengan perkembangan nafsu biologisnya maka bertambah pula orientasinya kepada agama. Dan demikianlah, Allah meletakkan fitrah ini sejalan dengan masuknya masa puber di kalangan remaja. Dan seandainya kita buka lembaran sejarah kehidupan remaja para sahabat dan salafus shaleh, kita akan dapati kenyataan kongkrit dalam hal tersebut. (Baca, PUBERTAS BEBERAPA TELADAN DARI KEHIDUPAN PEMUDA).

Tetapi, bagaimanapun, dakwah ahlul bait itu telah sangat berhasil. Bahkan meski begitu, mereka tak puas diri. Berbagai metode dan terobosan baru terus mereka tawarkan untuk memanjakan, malalaikan dan merusak hidup para remaja. Sementara di sisi lain, sangat jarang didapatkan bacaan Islami yang bisa mengarahkan kehidupan para remaja yang memang mereka masih sedang mencari eksistensi dirinya itu.
       
Buku di hadapan pembaca ini adalah di antara buku bacaan yang sangat jarang itu. Buku ini sepanjang pengetahuan penerjemah – wallahu a’lam - adalah di antara bacaan kontemporer terbaik tentang kehidupan dan masa remaja. Berbagai sisi kehidupan remaja diperbincangkan dengan sangat terbuka dan apa adanya, baik yang menyangkut masalah perubahan fisik, kejiwaan dan berbagai dampaknya, hubungannya dengan orang tua sampai tentang hukum-hukum yang berkaitan dengannya. Lebih menarik lagi, buku ini ditulis dalam bentuk dialog antara anak dengan orang tuanya. 

Dialog-dialognya begitu mengalir, sehingga sama sekali tak ada kesan menggurui, suatu sikap yang sangat disukai oleh para remaja. Dan tampaknya, pengarang secara kongkrit ingin menunjukkan kepada pembaca tentang pentingnya perhatian orang tua terhadap anaknya, yang di antaranya dengan sering melakukan komunikasi dan dialog.

Paling tidak, dengan  hadirnya edisi Indonesia buku ini di tangan pembaca, penerjemah dapat berharap semoga ia ikut memberi arah kehidupan para remaja. Tidak saja untuk meraih prestasi dunia, tetapi –dan ini yang lebih asasi- untuk meraih prestasi akhirat. Dan semoga pula ia menjadi pemberat timbangan kebaikan penulisnya, juga penerjemahnya pada suatu hari yang tiada berguna harta dan anak-anak kecuali yang datang kepada Tuhannya dengan hati yang bersih.

Akhirnya, tiada gading yang tak retak, tegur sapa dari para pembaca sangat kami harapkan demi perbaikan buku ini pada cetakan-cetakan selanjutnya.

Semoga shalawat dan salam dilimpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarga, sahabat dan para pengikutnya yang setia. Amin.

SELENGKAPNYA SILAHKAN DOWNLOAD SECARA GRATIS :

 mendidik anak secara islami


Ensiklopedi Albani, Download Gratis

Februari 11, 2018 0
Ensiklopedi Albani, Download Gratis
Kontroversi tentang sosok SYAIKH AL-ALBANI sangatlah tajam. Kenapa? Syaikh Nashiruddin Al-Albani adalah salah satu tokoh yang pernah hidup di abad 20 sebagai ulama yang mendalami masalah kritik sanad hadits. Menjadi tenar -salah satunya- karena pendapat-pendapat beliau yang cenderung berbeda dari kebanyakan pendapat yang sudah dianut oleh umat Islam, baik di bidang ilmu hadits atau pun di bidang fiqih.

Salah satunya adalah pandangan beliau yang mengajak orang untuk tidak terpaku kepada pandangan dari mazhab-mazhab fiqih peninggalan para ulama. Sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu asing, karena sudah banyak dikampanyekan oleh para tokoh sebelumnya seperti Muhammad Abduh atau Rasyid Ridha. Namun beliau menyampaikan dengan format yang berbeda dan lebih spesifik serta didukung oleh keahlian beliau di bidang kritik sanad hadits.

Kelahiran di Albania dan Hijrah ke Damaskus

Syeikh Nashiruddin Al-Albani lahir tahun 1914 masehi atau bertepatan dengan tahun 1333 hijriyah, di ibukota Albania saat itu, Asyqodar.

Keluarga beliau boleh dibilang termasuk kalangan kurang berada, namun bertradisi kuat dalam menuntut ilmu agama. Ayahanda beliau bernama Al-Haj Nuh, lulusan lembaga pendidikan ilmu-ilmu syari’ah di ibukota negara dinasti Utsmaniyah (kini Istambul) dan menjadi rujukan orang-orang dalam masalah agama.

Keluarga beliau kemudian berhijrah ke Damaskus, ibu kota Syria, dan menetap di sana setelah Ahmad Zaghu raja Albania saat itu menyimpangkan negaranya menjadi kebarat-baratan.

Pendidikan Agama

Beliau boleh dibilang tidak menyelesaikan pendidikan formal yang tinggi, kecuali hanya menyelesaikan sekolah madrasah ibtidaiyah dengan baik. Kemudian beliau meneruskan ke madarasah An-Nizhamiyah yang sangat fenomenal di dunia Islam. Namun setelah itu ayahnya punya pendapat tersendiri tentang madrasah An-Nizamiyah sehingga beliau keluar dan belajar dengan sistem tersendiri pelajarannya, seperti Quran, tajwid, nahwu, sharf serta fiqih mazhab Hanafi.
Beliau mengkhatamkan Al-Quran di tangan ayahnya sendiri dengan bacaan riwayat Hafsh dari Ashim. Beliau belajar kitab fiqih mazhab Al-Hanafi yaitu Maraqi al-Falah kepada Syeikh Said Al-Burhani, selain juga belajar lughah dan balaghah.

Secara pendapatan finansial, beliau bekerja sebagai tukang jam, sebuah keahlian yang diwariskannya dari ayahnya sendiri. Bahkan beliau sampai menjadi termasyhur di bidang service jam di Damaskus.
Sesungguhnya ayah beliau telah mengarahkan beliau untuk mendalami agama khususnya pada mazhab Al-Hanafi serta memperingatkan beliau untuk tidak terlalu menekuni ilmu hadits. Namun beliau tetap belajar ilmu hadits dan ilmu-ilmu lainnya yang menunjang. Sehingga paling tidak beliau menghabiskan 20 tahun dari hidupnya dalam mempelajari ilmu hadits, karena pengaruh dari bacaan beliau pada majalah Al-Manar yang diterbitkan oleh Syaikh Rasyid Ridha rahimahullah.

Bagaimanakah pemikiran beliau, dan kenapa terjadi pro kontra terhadap dirinya? Semua terangkum dalam buku terjemahan yang dia tulis.

KLIK TOMBOL DIBAWAH INI :
 ensikolopedi albani



Sabtu, 10 Februari 2018

Soal Jawab Aqidah, DOWNLOAD GRATIS

Februari 10, 2018 0
Soal Jawab Aqidah, DOWNLOAD GRATIS
Soal Jawab Aqidah

Penulis
Muhammad Jamil Zainu

Terjemah
Muhammad Mu’inudinillah.Basri.

Pengantar Penerjemah

Aqidah Tauhid merupakan pokok diinul Islam, dimana tugas utama semua Nabi dan Rasul adalah menyampaikan Aqidah Tauhid, menegakkannya, serta mendidik umat di atas fondasi ini. Umat yang kuat aqidahnya akan terbebas dari semua perbudakan dan belenggu keyakinan yang menghalangi kemajuan berfikir dan produktifitas amal sholeh. Aqidah kuat yang menghunjam di hati akan melahirkan buah cinta, takut dan harapan serta ketundukan yang tinggi terhadap Alloh, dan ikatan hati yang kuat sesama kaum mukminin, serta semangat beramal sholeh. Alloh berfirman:

Apakah kalian tidak melihat bagaimana Alloh membikin perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya menhunjam kuat, sedangkan dahannya(menjulur) ke langit. Ia memberikan buahnya setiap saat dengan izin PemeliharaNya, dan Alloh membikin perumpamaan buat manusia agar mereka ingat. (QS Ibrohim 2425).
Aqidah Islam aqidah yang sederhana, mudah dicerna oleh akal dan diterima oleh hati, tetapi harus disampaikan sesuai metodologi Qur’ani, yang berbicara dengan hati dan akal serta perasaan, jauh dari perdebatan falsafat yang banyak mengeringkan hati.

Buku kecil yang di hadapan anda adalah karangan Syeikh Muhammad Jamil Zainu, yang aslinya berbentuk buletin, yang memakai metode yang sederhana tapi mengena, sebab disajikan dengan tanya jawab, disertai dalil dari Al-Qur’an dan Sunnah yang menjadi kesepakatan para ulama dan kaum muslimin, dan disini saya sampaikan kepada para pembaca dalam bentuk buku kecil, semoga bermanfa’at dan dijadikan oleh Alloh sebagai amal sholeh bagi penulis, penerjemah dan pembaca. Aaamin.

SELENGKAPNYA SILAHKAN DOWNLOAD BUKU VERSI PDF NYA DENGAN KLIK DIBAWAH INI:



 aqidah




Indonesia, Islam atau Kafir ?

Februari 10, 2018 0
Indonesia, Islam atau Kafir ?
Indonesia, Islam atau Kafir ?
Bagi sementara kalangan, bahkan mungkin bagi mayoritas umat Islam, penjatuhan vonis murtad dan kafir kepada pemerintah Indonesia hari ini merupakan suatu hal yang sangat membingungkan dan tidak masuk akal. Bagaimana mungkin para penguasa yang beragama Islam, sholat, zakat, shaum, haji berkali-kali dan menampakkan amal-amal sholih lainnya bisa dijatuhi vonis kafir murtad ? Tak ayal, sebagian ulama pun menuduh orang-orang yang memvonis para penguasa ini dengan vonis murtad ; sebagai kelompok takfiriyun, khawarij, ahlul ahwa’ wal bida’, hizbiyyun, Islam fundamentalis dan tuduhan-tuduhan lainnya.

Namun bila diadakan kajian secara syariat, berdasar Al Qur’an, as sunah dan ijma’ menurut pemahaman salaful ummah, dengan mengkaji dhawabitu takfir, qiyamul hujjah dan mawani’u takfir, setiap muslim yang bertauhid akan sampai pada kesimpulan yang ditarik oleh para ulama yang tsiqah baik salaf maupun kontemporer, yaitu jatuhnya vonis murtad bagi para penguasa negeri-negeri kaum muslimin hari ini. Hal ini bukan hanya sekedar karena kebencian yang membabi buta atau berfikir kolot dan kaku. Namun coba kita renungi dan evaluasi kembali perjalanan paara penguasa negeri ini dengan akal sehat dan hati nurani yang tulus berdasarkan kasadaran penuh untuk menggali nilai-nilai kebenaran Islam yang terpampang jelas dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah serta mendengarkan secara seksama bagai mana para ulama’ salaf dan muta’akhirin menjelaskan sebuah kenyataan yang sangat urgen ini dalam rangka menilai secara obyektif untuk selanjutnya menentukan sikap yang jelas untuk masa depan yang penuh berkah dalam lindungan dan bimbingan Alloh swt.

Sungguh setelah kita mengkaji secara serius, kita akan mendapatkan bahwasanya pemerintah Indonesia hari ini telah melakukan banyak hal yang membatalkan keislaman, sehingga kemurtadan mereka berasal dari banyak hal. Artinya, kemurtadan mereka adalah kemurtadan yang sangat parah sehingga hujah tentang murtadnya mereka tidak terbantahkan lagi. Seandainya mereka melakukan salah satunya saja tentu mereka kafir, lalu bagaiman jika mereka telah melakukan kekafiran yang sangat beragam dan banyak sekali. Di bawah ini beberapa alasan kenapa para ulama menjatuhkan vonis murtad kepada para penguasa mayoritas negeri-negeri kaum muslimin hari ini.

I.  KENAPA PEMERINTAH INDONESIA MURTAD

Pertama: Indonesia membuat Undang_Undang Negara sendir sebagai dasar hukum dan tidak menjadikan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai sumber hukum.

Kedudukan Pancasila dalam negara RI:
Kegunaan dan penerapan Pancasila dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang ber-Bhineka Tunggal Ika selain memiliki fungsi utama sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa Pancasila juga mendapat sebutan/predikat antara lain:

Sebagai jiwa dan kepribadian bangsa, berarti Pancasila memberikan corak yang khas bagi bangsa Indonesia dengan bangsa lain. Nilai-nilai Pancasila mungkinsaja dimiliki bangsa-bangsa di dunia ini, tetapi kelima sila merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan itulah yang menjadi cirri khas bangsa Indinesia.
Sebagai tujuan yang akan dicapai oleh bangsa Indonesia, yaitu masyarakat adil dan makmur merata materiil dan spirituil.
Sebagai perjanjian luhur bangsa Indonesia, berarti Pancasila disetujui oleh wkil-wakil rakyatmenjelang dan sesudah proklamasi. Disetujui karena digali dari nilsi luhur budaya bangsa, sesuai dengan kepribadian bangsa dan telah teruji kebenarannya.
Sebagai idiologi nasional.

Sebagai sumber dari segala sumberhukum.
Dasar hukum Pancasila sebagai Dasar Negara adalah Pembukaan UUD 1945 alinea keempat, sedang dasar hukum Pancasila sebagai sumber segala sumberhukum yang tertinggi adalah Tap MPR No. III/MPR/2000. [1]
Sedangkan bentuk-bentuk Peraturan Perundangan Republik Indonesia menurut UUD 1945 ialah sebagai berikut:
Undang-undang Dasar Republik Indonesia 1945,
Ketetapan MPR,

SELENGKAPNYA SILAHKAN DOWNLOAD BUKU VERSI PDF NYA DENGAN KLIK DIBAWAH INI:

ahkam 11