Download Gratis Buku Islam: tauhid lay out :

blog ini berisi materi-materi dakwah islam yang wajib dimiliki para mahasiswa, dai, penceramah, pelajar dan kalangan umum yang ingin dan sedang mempelajari islam, dan semua isinya bisa di download secara gratis

Tampilkan postingan dengan label tauhid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tauhid. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Februari 2018

Waspada Terhadap Bid'ah

Februari 28, 2018 0
Waspada Terhadap Bid'ah

Segala puji bagi Allah, semoga sholawat dan salam selalu terlimpahkan kepada junjungan kita Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam, keluarganya, dan para sahabatnya, serta orang orang yang mendapat petunjuk dari Allah.


Telah berulang kali muncul pertanyaan tentang hukum upacara (ceremoni ) peringatan maulid Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam ; mengadakan ibadah tertentu pada malam itu, mengucapkan salam atas beliau dan berbagai macam perbuatan lainnya.


Jawabnya : harus dikatakan, bahwa tidak boleh mengadakan kumpul kumpul / pesta pesta pada malam kelahiran Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam, dan juga malam lainnya, karena hal itu merupakan suatu perbuatan baru (bid’ah ) dalam agama, selain Rasulullah belum pernah mengerjakanya, begitu pula Khulafaaurrasyidin, para sahabat lain dan para Tabi’in yang hidup pada kurun paling baik, mereka adalah kalangan orang orang yang lebih mengerti terhadap sunnah, lebih banyak mencintai Rasulullah dari pada generasi setelahnya, dan benar benar menjalankan syariatnya.


Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :
Barang  siapa mengada adakan ( sesuatu hal baru ) dalam urusan ( agama )  kami yang ( sebelumnya ) tidak pernah ada, maka akan ditolak”.

Dalam hadits lain beliau bersabda :
“Kamu semua harus berpegang teguh pada sunnahku (setelah  Al qur’an) dan sunnah Khulafaurrasyidin yang mendapatkan petunjuk Allah sesudahku, berpeganglah dengan sunnah itu, dan gigitlah dengan gigi geraham kalian sekuat kuatnya, serta jauhilah perbuatan baru ( dalam agama ), karena setiap perbuatan baru itu adalah bid’ah, dan setiap bid’ah itu sesat” ( HR. Abu Daud dan Turmudzi ).

baca : Kitab Tauhid

Maka dalam dua hadits ini kita dapatkan suatu peringatan keras, yaitu agar kita senantiasa waspada, jangan sampai mengadakan perbuatan bid’ah apapun, begitu pula mengerjakannya.

Firman Allah ta’aala dalam kitab-Nya :
Dan apa yang dibawa Rasul kepadamu, maka terimalah ia, dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah ia, dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah keras siksaan- Nya” ( QS. Al Hasyr 7 ).


Karena itu hendaklah orang orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa cobaan atau adzab yang pedih” ( QS. An Nur, 63 ).

Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam suri tauladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang orang yang mengharap (rahmat ) Allah,  dan ( kedatangan )  hari kiamat,  dan dia banyak menyebut Allah” ( QS. Al Ahzab,21 ).

Orang orang terdahulu lagi pertama kali (masuk Islam ) diantara orang orang Muhajirin dan Anshor dan orang orang yang mengikuti mereka dalam kebaikan itu, Allah ridho kepada mereka, dan merekapun ridho kepadaNya, serta Ia sediakan bagi mereka syurga syurga yang disana mengalir beberapa sungai, mereka kekal didalamnya, itulah kemenangan yang besar” ( QS, At taubah, 100 ).


Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu ni’matKu, dan telah Kuridlai Islam itu sebagai agama bagimu” ( QS. Al Maidah, 3 ).

Dan masih banyak lagi ayat ayat yang menerangkan kesempurnaan Islam dan melarang melakukan bid’ah karena mengada-adakan sesuatu hal baru dalam agama, seperti peringatan peringatan ulang tahun, berarti menunjukkan bahwasanya Allah belum menyempurnakan agamaNya buat umat ini, berarti juga Rasulullah itu belum menyampaikan apa apa yang wajib dikerjakan umatnya, sehingga datang orang orang yang kemudian mengada adakan sesuatu hal baru yang tidak diperkenankan oleh Allah, dengan anggapan bahwa cara tersebut merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah. Tidak diragukan lagi, bahwa cara tersebut terdapat bahaya yang besar, lantaran menentang Allah ta’aala, begitu pula ( lantaran ) menentang Rasulullah. Karena sesungguhnya Allah telah menyempurnakan agama ini bagi hamba-Nya, dan telah mencukupkan ni’mat-Nya untuk mereka.

         
Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam telah menyampaikan risalahnya secara keseluruhan, tidaklah beliau meninggalkan suatu jalan menuju syurga, serta menjauhi diri dari neraka, kecuali telah diterangkan oleh beliau kepada seluruh ummatnya sejelas jelasnya.

Sebagaimana telah disabdakan dalam haditsnya, dari Ibnu Umar rodhialloh ‘anhu bahwa beliau bersabda

Tidaklah Allah mengutus seorang Nabi, melainkan diwajibkan baginya agar menunjukkan kepada umatnya jalan kebaikan yang telah diajarkan kepada mereka,  dan  memperingatkan  mereka  dari  kejahatan ( hal hal tidak baik ) yang telah ditunjukkan kepada mereka” ( HR. Muslim ).

Tidak dapat dipungkiri, bahwasanya Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam adalah Nabi terbaik diantara Nabi Nabi lain, beliau merupakan penutup bagi mereka ; seorang Nabi paling lengkap dalam menyampaikan da’wah dan nasehatnya diantara mereka itu semua.

Download Bukunya Disini 

====================

Download gratis buku-buku lainnya disini :


4. Tauhid



Senin, 26 Februari 2018

Loyalitas Dalam Islam

Februari 26, 2018 0
Loyalitas Dalam Islam

Segala puji bagi Allah I, shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad beserta keluarga, sahabatnya serta orang-orang yang menempuh jalan dengan petunjuknya.


          Setelah cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, wajib bagi setiap muslim untuk mencintai para wali-wali Allah dan membenci musuh-musuh-Nya.

          Termasuk dari dasar-dasar aqidah Islam, bahwa setiap muslim yang beragama dengan akidah ini wajib untuk :

Berwala’ (sikap setia, loyal) terhadap orang-orang yang berakidah Islam dan memusuhi orang-orang yang menentang akidah Islam.

baca : Kitab Tauhid

Mencintai orang yang bertauhid dan orang-orang yang ikhlas serta berwala’ terhadap mereka.

Membenci orang-orang musyrik dan memusuhinya. Hal yang demikian itu termasuk sebagian dari millah (agama) Nabi Ibrahim u dan orang-orang yang mengikutinya, yang kita diperintahkan untuk mencontoh mereka, sebagaiman firman Allah Ta’ala :

Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia, ketika mereka berkata kepada kaum mereka : ‘Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kalian sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja’. (Al-Mumtahanah  : 4).


          Juga termasuk dari agama Muhammad r, Allah berfirman :
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-peminpinmu, sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain, barangsiapa diantara kamu mengambil mereka sebagai pemimpin maka sesungguhnya Allah tidak memberi petujuk kepada orang-orang yang zhalim.” (Al-Maidah: 51).
          Ayat ini berkenaan dengan haramnya berwala’ terhadap ahli kitab secara khusus. Demikian pula haram menjadikan orang kafir secara umum sebagai pemimpin, sebagaimana firman Allah I :

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil  musuhKu dan musuhmu sebagai teman-teman setia (pemimpin). (Al-Mumtahanah : 1).
          Bahkan haram hukumnya bagi orang mu’min menjadikan orang kafir sebagai pemimpin walaupun mereka adalah keluarganya sendiri. Allah I berfirman :


Hai orang-orang yang beriman, jangnlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu sebagai pemimpin-pemimpinmu, jika mereka lebih mengutamakan kekeafiran atas keimanan dan barangsiapa diantara kamu yang menjadikan mereka pemimpin-pemimpin maka mereka itulah orang-orang yang zhalim.” (At-Taubah : 23).
         
Dan Allah I berfirman :
Kamu tidak akan mendapati suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya sekalipun orang-orang itu bapak-bpak, anak-anak, saudara-saudara atau pun keluarga mereka.” (Al-Mujadalah : 22).

          Tapi kebanyakan menusia tidak mengetahui pokok agama yang agung ini, sampai suatu ketika saya pernah mendengar orang yang mengaku ahli ilmu dan dakwah mengatakan dalam radio berbahasa arab bahwa orang-orang Nasrani itu sesungguhnya adalah saudara-saudara kita. Subhanallah, alangkah bahayanya pernyataan ini.


          Sebagaimana Allah mengharamkan wala’ terhadap kaum kafir, musuh-musuh akidah Islam, Allah I pun mewajibkan berwala’ terhadap kaum muslimin. Allah I berfirman :

Sesunggunhya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat seraya mereka tunduk kepada Allah. Dan barangsiapa menjadikan Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman sebagai penolongnya, maka sesungguhnya pengikut agama Allah itulah yang pasti menang.” (Al-Maidah :55-56).
         
Download Bukunya Disini


Download gratis buku-buku lainnya disini :


4. Tauhid


Kitab Tauhid

Februari 26, 2018 0
Kitab Tauhid
Tauhid adalah pegangan pokok dan sangat menentukan bagi kehidupan manusia, karena tauhid menjadi landasan bagi setiap amal yang dilakukan. Hanya amal yang dilandasi dengan tauhidullah, menurut tuntunan Islam, yang akan menghantarkan manusia kepada kehidupan yang baik dan kebahagiaan yang hakiki di alam akhirat nanti. 

Allah Ta’ala berfirman : 
Barang siapa yang mengerjakan amal sholeh, baik laki laki maupun perempuan, sedang ia dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik lagi dari apa yang telah mereka kerjakan.” ( QS. An Nahl, 97 ) 

Berdasarkan pada pentingnya peranan tauhid dalam kehidupan manusia, maka wajib bagi setiap muslim memperlajarinya. Tauhid bukan sekedar mengenal dan mengerti bahwa pencipta alam semesta ini adalah Allah ; bukan sekedar mengetahui bukti bukti rasional tentang kebenaran wujud (keberadaan ) Nya, dan wahdaniyah ( keesaan ) Nya, dan bukan pula sekedar mengenal Asma’ dan SifatNya. Iblis mempercayai bahwa Tuhannya adalah Allah ; bahkan mengakui keesaan dan kemahakuasaan Allah dengan meminta kepada Allah melalui Asma’ dan SifatNya. 

Kaum jahiliyah kuno yang dihadapi Rasulullah  juga meyakini bahwa Tuhan Pencipta, Pengatur, Pemelihara dan Penguasa alam semesta ini adalah Allah. ( Lihat Al Qur’an 38 : 82, 31 : 25, 23 : 84-89 ). Namun, kepercayaan dan keyakinan mereka itu belumlah menjadikan mereka sebagai makhluk yang berpredikat muslim, yang beriman kepada Allah . 

Dari sini timbullah pertanyaan : “Apakah hakekat tauhid itu ?” Tauhid adalah pemurnian ibadah kepada Allah. Maksudnya yaitu: menghambakan diri hanya kepada Allah secara murni dan konsekwen dengan mentaati segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya, dengan penuh rasa rendah diri, cinta, harap dan takut kepadaNya. 

Untuk inilah sebenarnya manusia diciptakan Allah, dan sesungguhnya misi para Rasul adalah untuk menegakkan tauhid dalam pengertian tersebut di atas, mulai dari Rasul pertama sampai Rasul terahir, yaitu Nabi Muhammad . ( Lihat Al Qur’an 16 : 36, 21 : 25, 7 : 59, 65,73,85, dan lain lain ) Maka buku dihadapan pembaca ini mempunyai arti penting dan berharga sekali untuk mengetahui hakekat tauhid dan kemudian menjadikannya sebagai pegangan hidup. 

Buku ini ditulis oleh seorang ulama yang giat dan tekun dalam kegiatan da’wah Islamiyah. Beliau adalah syekh Muhammad bin Abdul Wahab At Tamimi, yang dilahirkan di Uyainah, tahun 1115 H ( 1703 M ), dan meninggal di Dir’iyyah (Saudi Arabia ) tahun 1206 H ( 1792 M ). 

Keadaan umat Islam - dengan berbagai bentuk amalan dan kepercayaan - pada masa hidupnya, yang menyimpang dari makna tauhid, telah mendorong syekh Muhammad bersama para muridnya untuk melancarkan da’wah Islamiyah guna mengingatkan umat agar kembali kepada tauhid yang murni. Maka, untuk tujuan da’wahnya beliau menulis sejumlah kitab dan risalah, yang diantaranya : 

1-Kasyf Asy Syubuhat 
2-Tafsir Al fatihah 
3-Tafsir syahadah “La Ilaha Illah” 
4-Kitab Al kabair 
5-Ushul Al Iman 6-Ushul Al Islam 
7-Al Masa’il Al lati kholafa fiha Rasulullah  ahlal Jahiliyah 
8-Aadab Al Masy-yi Ilash Sholah ( Ala madzhabil Imam Ahmad bin Hambal. 
9-Al Amru bil makruf wan Nahyu ‘anil Munkar 
10-Mukhtashor Siraturrasul  
11-Kitab tauhid alladzi huwa Haqqullah ‘alal ‘ibad. 

Download Bukunya Disini

Download gratis buku-buku lainnya disini :

4. Tauhid

Minggu, 11 Februari 2018

Hal Apa Sajakah Yang Membatalkan ke Islaman Anda? Segera Download

Februari 11, 2018 0
Hal Apa Sajakah Yang Membatalkan ke Islaman Anda? Segera Download
setidaknya ada 10 hal yang bisa membatalkan syahadat yang bisa saja tanpa kita sadari.

Syirik dalam beribadah kepada ALlah SWT

Syirik adalah termasuk dosa besar. Karena dia menyamakan ALlah (sebagai khalik) dengan manusia atau benda (sebagai makhluk). ALlah berfirman, “Sesungguhnya ALlah tidak mengampuni dosa orang yang menyekutukan Dia dengan sesuatu, dan mengampuni dosa-dosa lainnya bagi yang Dia kehendaki.” (An-Nisa’: 116)

Menjadikan suatu benda (makluk) sebagai perantara antara dirinya dengan Robbnya

Orang-orang seperti ini, biasanya selalu menempatkan benda-benda atau makhluk ciptaan ALlah sebagai perantara antara dirinya dengan ALlah. Misalnya dengan berdo’a atau memohon ampun dan meminta syafaat melalui benda itu. Baik melalui benda mati atau benda hidup. Termasuk manusia atau hewan sekalipun. Meminta kaya dengan keris atau jimat. Meminta diberi panjang umur, cepat mendapat jodoh melalui makam-makan orang yang sudah mati.

Di beberapa kota di Indonesia, bahkan dikenal adat berebut kotoran hewan atau berebut air bekas cucian keris warisan raja-raja agar mendapatkan barakah. Perbuatan seperti ini sama halnya menundukkan benda setara dengan Robbnya. Sikap seperti ini merupakan salah satu pembatal keislaman.

Selengkapnya Download KLIK Dibawah Ini :
Hal Apa Sajakah Yang Membatalkan ke Islaman Anda? Segera Download